Sejarah

Sejarah

Sekolah Dasar Karangsari Bandung merupakan salah satu sekolah Yayasan Gita Kirtti (GIKI) yang sebelumnya bernama I.E.V (Indo Eenheids Verbon). Pada awalnya GIKI (Gabungan Indo Untuk Kesatuan Indonesia) merupakan organisasi masyarakat (ormas) yang berdiri sejak 13 Juli 1919 berkedukan di Surabaya. Pada masa itu GIKI merupakan organisasi tunggal kaum Indo yang bonafide dan representatif untuk komunitas kaum cendekia. Pada kongres GIKI XXX tanggal 25 Mei 1958 di Surabaya dilakukan perubahan dari bentuk ormas menjadi Yayasan dengan cabang dipelbagai kota seluruh Indonesia termasuk di Batavia (DKI Jakarta) dan termasuk Bandung. Hingga tahun 1960 para pengurus GIKI memiliki hubungan sangat baik dengan para pejabat tinggi RI termasuk Presiden Ir. Sukarno. Pada tanggal 11 Maret 1957 salah seorang dari GIKI mendapat kepercayaan dari presiden untuk menjadi Dewan Nasional.

Sekolah Rendah (S.R) yang beralamat Jl. Karangsari 23 Bandung (sekarang Jl. Karang Sari No. 29) yang lebih dikenal dengan nama Daammarlaan School mulai 1 Desember 1951 dikelol oleh Indo Eenheids Verbon (Gabungan Kesatuan Indo) yang sebelumnya dikelola pihak lain. SD GIKI Karangsari Bandung telah berdiri lebih dari 60 th. Secara resmi sekolah ini berdiri melalui keputusan menteri PPB tetanggal 25 Februati 1952.

Sejak awal berdiri hingga kini SD GIKI Karangsari Bandung tercatat memiliki empat kepala sekolah yakni;

1. Ibu Tiwon. Kepala sekolah ke- I (Periode 1951 s.d 1985)

2. Ibu Sugiarti, BA Kepala sekolah ke- II (Periode 1985 s.d 2006)

3. Bapak Samsuri Kepala sekolah ke- III (Periode 2006 s.d 2010)

4. Bapak H. Adji Suherman Kepala sekolah ke- IV (Periode 2010 s.d 2015)

5. Ibu Falborga Supraktikti Kepala sekolah ke- V (Periode 2015 s.d Sekarang)

Sebagai lembaga pendidikan dasar, SD GIKI memiliki visi untuk menjadi salah satu sekolah Dasar terbaik di tanah air yang memiliki motto : LET’S BE THE WINNER!. Dengan pengalaman lebih dari 6 dekade dan dukungan penuh dari semua pihak/stakeholders (khususnya orang tua murid) SD GIKI terus berupaya meningkatkan kualitas penelolaan dan pembelajaran sehingga lulusannya memiliki kompetensi unggul yang memadai untuk lebih berprestasi pada pendidikan tingkat berikutnya.